• Jumat, 21 Januari 2022

Candi Lor Cikal Bakal Nusantara, Gelar Ruwatan Ditengah Hujatan

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 14:14 WIB
Acara Ruwatan di Candi Lor Nganjuk
Acara Ruwatan di Candi Lor Nganjuk

AGTVnews.com - Candi Lor Nganjuk tengah berselimut merah putih. Kain ini menelangkup badan candi yang terbuat dari tumpukan batu bata.

Tidak hanya warna bendera Indonesia saja yang terlihat, namun juga ada selembar kain berwarna kuning berada di sisi kain merah putih.

Nampaknya ini merupakan sebuah ritual yang dilakukan oleh warga Desa Candirejo Kecamatan Loceret dengan didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk.

Pada hari Ahad Pon bulan Suro penanggalan Jawa, warga Desa Candirejo selalu menggelar kegiatan ruwatan. Kegiatan ruwatan ini sebagai salah satu cara untuk membersihkan bangsa Indonesia dari segala bencana yang terjadi.

Dalam acara ruwatan tersebut Candi Lor selalu diselimuti dengan bendera Merah Putih yang bersisihan dengan kain kuning keemasan.

Menurut salah satu tokoh budaya Desa Candirejo, Gus Lin, acara ruwatan selalu diadakan di Candi Lor yang merupakan cikal bakal nusantara.

"Sebelum kerajaan-kerajaan besar di Nusantara berdiri dan mempersatukan Nusantara, ada Mpu Sindok yang membangun candi ini. Mpu Sindok adalah raja pertama era Mataram Kuno yang mendirikan kerajaan Medang Kamulan. Inilah mengapa Candi Lor sebagai cikal bakal nusantara," jelas Gus Lin saat dihubungi AGTVnews.com Minggu, 15 Agustus 2021.

Bendera merah putih selalu bersisihan dengan kain kuning memiliki filosofi yakni Kain kuning sebagai perlambang jalan emas menuju kejayaan. Harapan dan doa nya, Indonesia bisa moncer melalui jalan emas tersebut dan mendapatkan kejayaan.

Ruwatan adalah salah satu cara yang dilakukan untuk nguri-uri budaya Jawa. Untuk tahun ini diadakan secara terbatas dan tidak digelar untuk umum. Meski demikian tidak ada prosesi yang dihilangkan.

Gus Lin menyebut hanya ada 20 undangan saja yang hadir. Mereka diwajibkan memakai pakaian adat Jawa, agar tidak lupa dengan jati diri mereka sebagai orang Jawa dan Bangsa Indonesia.

"Saat ini kita tengah terkena bencana. Bencana ini tidak terlihat. Kita sama-sama memohon agar pandemi segera berlalu, dan Indonesia bisa semakin jaya," jelas Gus Lin.

Gus Lin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga peninggalan budaya yang ada di Nganjuk. Jaga kelestariannya, dan tidak perlu saling menyalahkan.

"Bendera yang terpasang itu sudah setiap tahun. Kondisi candi ini kuat, meski memang terlihat rapuh. Dia mampu menopang pohon yang sudah berusia ratusan tahun. Mari menjadi kuat bersama. Semoga pandemi ini segera berlalu," ucapnya.***

Halaman:
1
2

Editor: Yusuf RH Saputro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenguk Tukul Arwana, Sule Ungkap Kondisi Terkini

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:03 WIB
X