Dibalik Pesona Pantai Kera Nepa Sampang Ada Legenda Putri Mahkota yang Terbuang

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:25 WIB
Pemandangan indah di Pantai Kera Nepa Sampang. Dibalik keindahannya ada legenda putri mahkota yang terusir dari istana. (Instagram/@efendi_f_muhammad)
Pemandangan indah di Pantai Kera Nepa Sampang. Dibalik keindahannya ada legenda putri mahkota yang terusir dari istana. (Instagram/@efendi_f_muhammad)

AGTVnews.com - Pantai Kera Nepa menyimpan misteri putri mahkota kerajaan Medang yang terusir dari istana.

Pantai Kera Nepa terletak di kawasan hutan dengan nama yang sama di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang Pulau Madura.

Pantai Hutan Kera Nepa memiliki keindahan pesona alam yang memanjakan mata siapapun yang mengunjunginya. Putihnya pasir berpadu dengan birunya laut dan langit.

Baca Juga: Perjalanan Hidup Bang Dzoel, Fotografer Difabel Asal Banyuwangi yang Meninggal Dunia

Untuk mencapai Hutan Kera Nepa bisa ditempuh kendaraan pribadi. Namun juga bisa menggunakan angkutan umum yang tersedia.

Hutan Kera Nepa lekat dengan sejarah jejak Raden Segoro. Raden Segoro adalah seorang pangeran yang bermukim di hutan.

Selama hidup di hutan, Raden Segoro berteman dengan hewan kera. Selain berteman dengan kera, Raden Segoro juga bertahan hidup di hutan bersama sang ibu Dewi Ratna Rorogung.

Baca Juga: Burung Bertuah Perkutut Putih, Punya Harga Selangit dan Dipercaya Mengangkat Wibawa Hingga Rejeki Berlimpah

Keduanya diusir oleh raja Kerajaan Medang Prabu Sangyangtunggal, hingga akhirnya kabur ke Hutan Kera Nepa.

Dewi Ratna Rorogung saat diusir dari istana karena hamil, namun putri mahkota itu hamil tanpa seorang laki-laki sehingga dianggap sebagai aib oleh kerajaan.

Tak hanya diusir, Prabu Sangyangtunggal juga memerintahkan Patih Pranggulang untuk memenggal kepala Dewi Ratna Rorogung. Namun, saat hendak dipenggal pedang sang patih terpental.

Baca Juga: Harga Burung Murai Batu Terupdate September 2022: Dilengkapi Jenis dan Asalnya

Hal ini membuat Patih Pranggulang membelot dari Prabu Sangyangtunggal. Ia lalu membawa kabur Sang Dewi. Hingga Sang Dewi melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Raden Segoro.

Saat Raden Segoro berumur tujuh tahun ibunya mendirikan rumah pemukiman dari pohon nipah sejenis pohon palem yang tumbuh di sekitar hutan bakau.

Halaman:

Editor: Linda Kusuma Wardhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X