Pasar Bubrah Gunung Merapi Kerap Dijuluki Pasar Setan, Kok Bisa?

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:22 WIB
Lokasi Pasar Bubrah sebagai pos terakhir pendakian Gunung Merapi sebelum ke puncak. (Instagram/@luqmanss1)
Lokasi Pasar Bubrah sebagai pos terakhir pendakian Gunung Merapi sebelum ke puncak. (Instagram/@luqmanss1)

AGTVnews.com - Gunung Merapi terkenal memiliki mitos dan misteri yang tak terpecahkan. Salah satunya adalah soal keberadaan Pasar Bubrah.

Pasar Bubrah adalah pos terakhir para pendaki yang akan mendaki sampai ke Puncak Merapi. Lokasinya cukup berbeda dengan tempat lain di Gunung Merapi.

Pasar Bubrah memiliki penampakan yang tandus. Dengan hamparan kerikil dan batu-batu kecil. Hal ini berbeda dengan kebanyakan pengunungan yang ditumbuhi tanaman khas dataran tinggi.

Baca Juga: Diperankan Poppy Sovia, Ini Sosok Gendis Film Sayap Sayap Patah di Dunia Nyata

Aroma belerang tercium sangat kuat dari lokasi Pasar Bubrah. Hal itu karena lokasi Pasar Bubrah diyakini merupakan tempat awal terbentuknya Gunung Merapi 2.000 tahun yang lalu.

Lokasi Pasar Bubrah dipercaya adalah kerajaan gaib. Adapula yang menyebut bahwa Pasar Bubrah Gunung Merapi sebenarnya adalah pasar setan.

Tak heran jika banyak pendaki yang sering mendengar suara ramai dan bising layaknya pasar di dunia nyata.

Baca Juga: 5 Manfaat Mentimun Untuk Perempuan, Salah Satunya Mencerahkan Kulit

Pendaki yang mendengar suara ramai ini biasanya memiliki tradisi transaksi gaib. Yakni dengan melempar koin dan mengambil kerikil atau batu dari Pasar Bubrah.

Hal ini diyakini sebagai bentuk transaksi agar makhluk penunggu Pasar Bubrah merasa dihargai oleh para pendaki yang datang ke Gunung Merapi.

Cerita-cerita tersebut bahkan dibenarkan oleh juru kunci Gunung Merapi yang sangat tersohor pada masanya yakni Mbah Marijan.***

Editor: Linda Kusuma Wardhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X