• Sabtu, 4 Desember 2021

Polisi Banting Mahasiswa Sudah Minta Maaf, DPR : Pimpinan Harus Tanggung Jawab

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:27 WIB
Potongan gambar saat Bripka NP membanting Mahasiswa MFA kala melakukan aksi demo. (Tangkapan layar video / Twitter @aksilangsung)
Potongan gambar saat Bripka NP membanting Mahasiswa MFA kala melakukan aksi demo. (Tangkapan layar video / Twitter @aksilangsung)

AGTVnews.com - Video polisi membanting mahasiswa kala melakukan aksi demo di Tangerang memicu perhatian publik.

Pascakejadian itu, oknum anggota Polresta Tangerang Brigadir NP telah meminta maaf.

Selain itu, Brigadir NP juga bersedia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas aksinya tersebut.

Kendati demikian, menurut anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan XIII masih belum cukup. Bripka NP juga harus dicopot atau bahkan diturunkan pangkatnya.

Baca Juga: Daftar 18 Kosmetik Berbahaya Temuan Badan POM: Ada Skin Care, Lipstick dan Bedak

Kejadian polisi membanting mahasiswa tersebut, kata Hinca harus menjadi bahan koreksi bagi instansi kepolisian tersebut.

"Semakin ke bawah harus semakin disiplin untuk memastikan presisi itu. Saya kira arahan sudah jelas, sebagai penegak hukum tidak boleh anarkis, tidak boleh represif, tetap humanis. Itu lah polisi kita," ujar Hinca Kamis, 14 Oktober 2021.

Istilah presisi merujuk pada visi polisi dibawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Polisi Smackdown Mahasiswa Berakhir dengan Damai, Mabes Polri Akui Anggotanya Arogan

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X