• Sabtu, 27 November 2021

Panduan Lengkap Menjadi Juri IBC Bersertifikat

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 06:00 WIB
Salah satu juri IBC, Mulyadi sedang menilai ikan cupang peserta kontes di Kediri Betta Contest beberapa waktu lalu. (foto: Kediri Betta Club)
Salah satu juri IBC, Mulyadi sedang menilai ikan cupang peserta kontes di Kediri Betta Contest beberapa waktu lalu. (foto: Kediri Betta Club)

AGTVnews.com - Kontes ikan cupang atau ikan betta rutin digelar di Indonesia. Setiap bulan selalu ada even kontes yang mengadu kecantikan ikan laga ini.

Dalam setiap kontes selalu dibutuhkan juri penilai. Juri-juri ini merupakan para profesional di komunitas penghobi ikan cupang. Para juri lah yang akan memutuskan mana ikan yang layak disebut juara dalam kontes.

Kontes ikan cupang di Indonesia dikenal ada dua kelompok. Yakni Standar Nasional Indonesia atau SNI dan International Betta Congress atau IBC.

Masing-masing kelompok memiliki penggemar fanatik. Namun belakangan ini kelompok standar IBC mendominasi kontes di Indonesia.

Juri memegang peran penting dalam tiap even kontes. Bila kontes mampu menghadirkan juri IBC bersertifikat, bisa dibilang even itu bergengsi.

Masalahnya, juri bersertifikat IBC di Indonesia jumlahnya hanya sedikit. Tak sebanding dengan agenda show yang hampir tiap minggu di gelar di berbagai kota.

Untuk menjadi seorang juri IBC bersertifikat memang tidak mudah. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Hingga tulisan ini dibuat, hanya ada 14 orang juri IBC bersertifikat di Indonesia.

Berikut adalah tahapan untuk menjadi juri IBC bersertifikat. Tulisan ini bersumber dari berbagai pihak yang dapat dipertanggungjawabkan.

1. Calon juri IBC wajib mengikuti 3 kali seminar di even sanction show.
Calon juri wajib mengikuti seminar yang diselenggarakan salah satu chapter IBC. Pemateri seminar adalah orang yang ditunjuk oleh ketua IBC di masing-masing area. Indonesia merupakan bagian dari IBC Area 6 dengan ketua Shalan Nasha.

Seminar 1 berisi tentang panduan menjadi seorang juri. Apa yang wajib dan dilarang saat mengemban tugas. Serta panduan moral lainnya.

Seminar 2 berisi penjabaran secara umum kategori ikan kontes. Di seminar 2 sudah ada interaksi untuk menentukan mana ikan yang layak dan tidak layak menjadi juara.

Dua seminar ini bisa diselenggarakan satu even. Biasanya berurutan mulai pagi hingga malam hari. Seminar ini memakan waktu minimal 8 jam.

Selesai mengikuti seminar 1 dan 2, langkah selanjutnya bagi calon juri adalah mengikuti seminar 3. Seminar ketiga ini harus di even berbeda dari seminar 1 dan 2. Untuk mengikuti seminar 3, peserta sudah wajib memiliki kartu anggota IBC aktif.

Seminar 3 ini berisi penjelasan secara langsung tentang ikan kontes oleh pemateri di sebuah even kontes. Di forum ini diperbolehkan ada pertanyaan dan interaksi antara peserta dan pemateri.

2. Mengikuti magang penjurian di even sanction show.

Lulus dari seminar 1-3, calon juri diwajibkan mengikuti magang atau apprentice sebanyak 3 kali di kontes berlabel sanction show.

Juri magang hanya boleh mengamati proses penjurian juri bersertifikat bekerja. Tidak diperkenankan memberikan saran atau opini saat juri bersertifikat menentukan ikan juara di sebuah kontes.

IBC mensyaratkan dari setiap proses magang harus ditandatangani juri yang berbeda. Jadi dalam 3 kali apprentice, harus mengikuti juri yang berbeda-beda dalam even sanction yang berbeda pula.

3. Mendapat juara dalam kontes berlabel sanction show.
Untuk membuktikan bahwa seorang calon juri benar-benar memahami ikan cupang yang masuk kategori kontes, seorang calon juri wajib mengikuti kontes cupang berlabel sanction show.

IBC mewajibkan seorang calon juri menang sedikitnya 3 kali dalam kontes berlabel sanction show. Ikan cupang yang juara wajib atas nama calon juri. Salah satu ikan cupang yang juara merupakan kelas reguler.

Sertifikat 3 placing ini menjadi syarat apabila calon juri akan mengajukan ujian tulis.

4. Mengikuti ujian.
Setelah dapat memenuhi 3 kali apprentice/magang, seorang calon juri IBC bisa mengajukan menempuh ujian. Ujian ada 2 tahap, yakni ujian visual dan ujian tulis.

Ujian visual diselenggarakan oleh juri bersertifikat yang ditunjuk ketua IBC Area. Bentuk ujiannya adalah menentukan placing (juara) ikan cupang dalam sebuah kontes berurutan mulai juara 1, 2 dan 3.

Jumlah ikan yang akan ditentukan pemenangnya biasanya ada 5 ekor. Dari 5 ekor ini peserta ujian wajib menentukan urutan juara dengan benar. Penguji sebelumnya telah menentukan mana-mana ikan yang juara.

Ujian visual ini diulang sedikitnya 5 kali dalam kategori/kelas yang berbeda-beda. Kesalahan yang bisa menggugurkan peserta ujian adalah bila menentukan juara untuk ikan cupang yang seharusnya tidak layak jadi juara.

Peserta yang gagal dalam tes visual ini dapat mengulang satu kali lagi di ujian berikutnya di even kontes yang berbeda.

Apabila peserta dinyatakan lulus ujian visual maka dapat mengajukan ujian tulis. Ujian tulis fokus pada teori-teori dasar penentuan ikan layak juara.

Ujian tulis ini diajukan di even berbeda dari ujian visual. Penguji adalah juri IBC bersertifikat yang ditunjuk oleh ketua IBC Area. Ujian visual dan tulis menggunakan pengantar bahasa Inggris.

Lulus dari ujian tulis, peserta akan mengantongi sertifikat juri IBC.

 

5. Syarat tambahan.
Peserta calon juri IBC wajib menyelesaikan proses tersebut dalam 3 tahun dengan kartu anggota yang aktif. Artinya, mulai proses seminar hingga tes tulis harus sudah tuntas dalam tenggang 3 tahun. Lewat dari itu, peserta harus mengulang dari awal.***

Halaman:

Editor: Yusuf RH Saputro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Khasiat Jeruk Nipis Untuk Wajah Semakin Glowing

Sabtu, 27 November 2021 | 11:49 WIB

Cara Membuat Ruangan Sempit Terlihat Jadi Lebih Luas

Jumat, 26 November 2021 | 07:05 WIB

Cara Menghemat Baterai Ponsel Agar Tak Cepat Habis

Kamis, 25 November 2021 | 21:31 WIB

5 Tips Biar Gaji Tidak Cepat Habis

Jumat, 19 November 2021 | 16:31 WIB

5 Hal Sederhana Ini Akan Membuat Istri Makin Bahagia

Sabtu, 6 November 2021 | 19:08 WIB

Atur Keuangan Saat Tanggal Muda, Simak 5 Tipsnya Ini

Senin, 1 November 2021 | 18:59 WIB
X