• Jumat, 27 Mei 2022

Khawatir Ternaknya Mati Akibat PMK, Warga Lumajang Rela Jual Sapi Harga Murah

- Jumat, 13 Mei 2022 | 13:24 WIB
Personel Kepolisian dari Polres Temanggung meninjau peternakan sapi untuk mengetahui kondisi kesehatan sapi dari PMK  (Dok.Polres Temanggung)
Personel Kepolisian dari Polres Temanggung meninjau peternakan sapi untuk mengetahui kondisi kesehatan sapi dari PMK (Dok.Polres Temanggung)

AGTVnews.com - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai membuat peternak ruminansia mulai gelisah.

Para peternak sapi terutama, kini memilih menjual sapinya ketimbang harus menanggung rugi lembunya mati terjangkit PMK.

Bahkan para peternak rela sapinya terjual dengan harga murah daripada PMK malah memperbesar kerugian yang diterima.

Baca Juga: Piala Thomas 2022: Indonesia Harus Berjuang Keras Lawan Jepang di Partai Semifinal

Ain Fitria, warga Desa Nguter, Kecamatan Pasirian mengaku terpaksa menjual 1 dari 4 sapinya yang terinfeksi PMK.

"Saya punya sapi 4 ekor, sakit semua jadi yang satu terpaksa dijual," ujar Ain pada Kamis, 12 Mei 2022.

Ia mengaku rela merugi dengan pertimbangan adanya ancaman kematian pada sapinya bila tak kunjung dilepas untuk dijual.

Baca Juga: SEA Games 2021: Garuda Muda Siap Tempur Lawan Filipina U23, Shin Tae-yong: Kami Dalam Kondisi Bagus

Sebagaimana dikutip AGTV News dari Kabar Lumajang berjudul Khawatir Ancaman PMK, Warga Lumajang Rela Jual Murah Sapi Ketimbang Ternaknya Meninggal, Ain mengungkapkan sapi milik tetangganya ada yang tiba-tiba mati setelah terserang PMK.

"Karena takut sapi tiba-tiba mati, lakunya sangat murah sekali, kalau sehat bisa laku 18 juta, tapi kemarin cuma laku 12 juta saja," ujarnya

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Kabar Lumajang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X