• Minggu, 28 November 2021

Keraton Yogyakarta Meniadakan Tradisi Grebeg Maulid Nabi Muhammad SAW

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:55 WIB
Ilustrasi : Keraton Yogyakarta meniadakan tradisi Grebeg Maulud tahun ini untuk yang kedua kalinya menyusul DIY masih berada dalam status PPKM. (Twitter @kratonjogja)
Ilustrasi : Keraton Yogyakarta meniadakan tradisi Grebeg Maulud tahun ini untuk yang kedua kalinya menyusul DIY masih berada dalam status PPKM. (Twitter @kratonjogja)

AGTVnews.com - Keraton Yogyakarta meniadakan tradisi Grebeg Maulud tahun ini. Ini menjadi kali kedua Keraton Yogyakarta meliburkan tradisi tersebut.

Grebeg Maulud tersebut, biasanya digelar pada tanggal 12 Maulud atau Rabiul Awal kalender Hijriyah.

Dalam cuitan di akun Twitter resmi Keraton Yogyakarta @kratonjogja, peniadaan Grebeg Maulud dilakukan karena DIY masih berada dalam status PPKM.

Baca Juga: Barito Putera Masih Berkutat di Jurang Degradasi, Djanur Curhat Tentang Ini

"Sehubungan dengan masih diberlakukannya PPKM di wilayah DIY, Keraton Yogyakarta akan meniadakan arak-arakan prajurit dan Gunungan Garebeg Mulud dalam rangka peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW," bunyi kutipan caption di akun tersebut dikutip Selasa, 19 Oktober 2021.

Biasanya syiar agama Islam di lingkungan Keraton untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW diawali dengan rangkaian Sekaten.

Tradisi ini dilaksanakan dari tanggal 5 hingga 12 Rabi’ul Awal atau dalam kalender Jawa disebut bulan atau sasi Mulud.

Baca Juga: Dua Pemain Bali United Bertikai, Teco Minta Maaf

Pada saat sekaten digelar, seperangkat alat gamelan yang disebut Gangsa Sekati milik Kasultanan Yogyakarta yaitu Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga dimainkan secara bergantian.

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Portal Jogja

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Fakta Kebakaran Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar

Selasa, 23 November 2021 | 13:39 WIB

Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar Terbakar Hebat

Senin, 22 November 2021 | 16:28 WIB
X