• Senin, 17 Januari 2022

Capaian Vaksinasi di Bangkalan Rendah Akibat Merebaknya Kabar Hoax

- Senin, 18 Oktober 2021 | 17:08 WIB
Jokowi saat meninjau kegiatan vaksinasi di Kota Blitar. (Nur Ana Alana/AGTVnews.com)
Jokowi saat meninjau kegiatan vaksinasi di Kota Blitar. (Nur Ana Alana/AGTVnews.com)

AGTVnews.com - Pemerintah pusat mengambil alih pengawasan kegiatan vaksinasi di Bangkalan, Madura. Ini akibat rendahnya capaian vaksinasi di wilayah tersebut.

Bupati Bangkalan, Abdul Latif Imron mengakui hal tersebut. Hal ini dilakukan demi percepatan kekebalan komunasl atau herd immunity di Bangkalan.

Pengawasan ini dilakukan pemerintah pusat melalui Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang sebelumnya datang ke Bangkalan memantau vaksinasi di sejumlah pondok pesantren.

Baca Juga: Tragis, Bos Indomaret Tertimpa Kontainer Saat Melaju di Jalan Tol Terungkap Mobil Baru Miliknya

"Pengawasan langsung oleh pemerintah khusus di Kabupaten Bangkalan ini karena cakupan pelaksanaan vaksinasi masih sangat rendah, sehingga dikhawatirkan upaya pembentukan kekebalan komunitas masyarakat melalui program vaksinasi tidak terlaksana dengan baik," ujarnya dikutip Senin, 18 Oktober 2021.

Kedatangan Risma ke Bangkalan sebagai delegasi Presiden Jokowi untuk mengawasi pelaksanaan vaksinasi di daerah terbarat di Madura tersebut.

Dalam kunjungan itu, Tri Rismaharini bakal mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi yang telah dilakukan dan yang akan digelar.

Baca Juga: Goa Kedungkrombang Serang Blitar, Saksi Perjuangan Pahlawan Diponegoro dan Supriyadi

Abdul Latif mengatakan, Pemkab Bangkalan sebenarnya telah menggencarkan sosialisasi vaksin yang dilakukan bersama TNI dan Polri.

Selain itu, upaya perluasan cakupan vaksin dilakukan dengan tiga pilar melalui progtam Serbuan Vaksinasi Massal.

"Kami juga bekerja sama dengan sejumlah pondok pesantren yang ada di Bangkalan ini dengan harapan cakupan vaksinasi bisa lebih luas dan jumlah warga yang divaksin sesuai dengan target yang ditetapkan yakni 70 dari total penduduk Bangkalan saat ini," ungkapnya dikutip dari Antara.

Baca Juga: Kalimat Menohok Taufik Hidayat Gegara Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas

Ia mengungkapkan, rendahnya cakupan vaksinasi di Bangkalan karena merebaknya kabar hoax tentang vaksin yang membuat masyarakat urung divaksin.

Salah satu kabar hoax yang merebak di kalangan masyarakat Bangkalan ialah vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh berbahaya.

"Padahal itu bohong. Vaksinasi ini justru membentuk kekebalan komunitas sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.***

Halaman:
1
2

Editor: CF Glorian

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X