• Minggu, 28 November 2021

Polisi Hentikan Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur, Kompolnas : Penyidik Tidak Profesional

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 21:55 WIB
Ilustrasi : Kompolnas meminta meminta masyarakat percaya ke Polri terkait penanganan kasus pemerkosaan 3 anak di Luwu Timur, Sulsel. (Hans Kretzmann dari Pixabay)
Ilustrasi : Kompolnas meminta meminta masyarakat percaya ke Polri terkait penanganan kasus pemerkosaan 3 anak di Luwu Timur, Sulsel. (Hans Kretzmann dari Pixabay)

Baca Juga: Dokter di NTT Nyaris Diperkosa, Pelaku Kabur ke Hutan Berhasil Ditangkap Setelah Empat Bulan Sembunyi

Namun, Poengky menyelidiki penyidik ​​tidak profesional dengan mengeluarkan surat perintah penghentian (SP3). Ini yang kemudian memicu protes publik.

Di sisi lain, pengadu menganggap kasus tersebut sudah memenuhi syarat untuk diselesaikan.

"Oleh karena itu, untuk menyelesaikan konflik ini, hukum menyediakan jalan yang adil," ucapnya.

Poengky menyarankan agar pelapor atau kuasa hukumnya mengajukan permohonan praperadilan agar hakim praperadilan dapat memutuskan sah tidaknya SP3 tersebut.

Baca Juga: Sejarah Asal-usul Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Menurut Poengky, praperadilan merupakan langkah untuk menantang keputusan yang dikeluarkan Polri. Bila menurut hakim SP3 tersebut tidak sah, Polri wajib melanjutkan kasusnya.

"Tetapi jika hakim praperadilan menyatakan SP3 tidak sah, maka berarti enyidik ​​wajib membuka kembali kasus ini," tulis sebagaimana dikutip AGTV News dari Antara.***

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Fakta Kebakaran Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar

Selasa, 23 November 2021 | 13:39 WIB

Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar Terbakar Hebat

Senin, 22 November 2021 | 16:28 WIB
X