Tragedi Kanjuruhan pupuskan cita-cita seorang pemuda asal Blitar jadi polisi

- Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:42 WIB
Tragedi Kanjuruhan pupuskan cita-cita seorang pemuda asal Blitar jadi polisi (Nur Ana Alana)
Tragedi Kanjuruhan pupuskan cita-cita seorang pemuda asal Blitar jadi polisi (Nur Ana Alana)

AGTVnews.com - Seorang pemuda asal Desa Sumberejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar harus menunda cita-citanya menjadi polisi. Pasalnya pemuda bernama Muhammad Muzaki Maksum (19) itu menjadi korban tragedi Kanjuruhan.

Akibat tragedi Kanjuruhan, Muzaki mengalami cidera. Tangan kirinya mengalami dislokasi. Muzaki juga menderita luka di bagian dahi.

Orang tua Muzaki menceritakan, bahwa sejak lulus tahun lalu, anaknya langsung mendaftar di Polri dan TNI, namun kala itu tidak lolos.

Meski gagal Muzaki terus mencoba dan mengambil pelatihan khusus sebelum mendaftar untuk mengikuti seleksi.

Baca Juga: Dicecar 38 pertanyaan soal laporan KDRT Lesti Kejora, ini status Riski Billar

Dua pekan pelatihan berjalan, harapan Muzaki untuk terus berlatih pun harus tertunda. Karena dia menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Kini Muzaki harus fokus dulu untuk menyembuhkan luka yang dideritanya.

Meski mengalami cidera, Muzaki masih beruntung dapat melanjutkan hidup. Meski trauma yang dialaminya mungkin tak akan terlupakan seumur hidupnya.

Muzaki menceritakan kisahnya saat dikunjungi menteri sosial Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Kata dia suasana di Stadion Kanjuruhan, pada 1 Oktober lalu. Ia berangkat ke Malang bersama sejumlah rekannya.

Awalnya pertandingan berjalan biasa saja. Hingga usai pertandingan Derbi Jatim antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu gas air mata menghujani area Stadion Kanjuruhan.

Halaman:

Editor: Muji Lestari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X