• Senin, 17 Januari 2022

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Pilih Panen Sebelum Waktunya

- Selasa, 23 November 2021 | 18:09 WIB
Ilustrasi: Para petani bawang merah di Tulungagung memilih untuk memanen tanamannya lebih awal akibat banjir. (Michael Burrows dari Pexels)
Ilustrasi: Para petani bawang merah di Tulungagung memilih untuk memanen tanamannya lebih awal akibat banjir. (Michael Burrows dari Pexels)

AGTVnews.com - Puluhan petani di desa Junjung kecamatan Sumbergempol Tulungagung harus bersiap siap merugi.

Pasalnya bawang merah yang mereka tanam sejak 6 bulan yang lalu terpaksa dipanen dini.

Hal ini dilakukan karena sawah mereka terendam banjir akibat jebolnya tanggul di Kecamatan Kalidawir, beberapa waktu yang lalu.

Endro, salah satu petani bawang merah yang ditemui mengatakan, dirinya terpaksa memanen bawang merah di 400 ru lahan miliknya karena tanamannya terendam banjir berhari hari.

Baca Juga: 5 Fakta Kebakaran Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar

Dirinya mengakui bawang merah miliknya sudah memasuki usia panen namun tepatnya harusnya 5 hari lagi baru dipanen, bukan saat ini.

"Ya memang sudah memasuki masa panen tapi masih kurang 5 hari lagi harusnya panennya,"ujar Endro pada Selasa, 23 November 2021.

Panen dini harus dilakukan karena jika dibiarkan terus menerus, akibatnya bawang merah bisa busuk dan tidak laku dijual.

"Kalau sudah busuk ya ndak bisa diual lagi," jelasnya.

Baca Juga: Ini Titik Rawan di Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Tulungagung

Endro mengaku, banjir ini membuat dirinya hanya bisa memetik 25% saja hasil panen yang pantas dijual, sedangkan sisanya dalam kondisi yang tak layak jual.

"Paling tinggal sepermpat saja mas," keluhnya.

Tidak hanya kuantitas panennya saja yang menurun harga jual bawang merah juga turun, jika normalnya petani bisa menjual bawang merah kepada pedagang diatas Rp 12 ribu perkilogramnya, kini tinggal Rp 6 ribu perkilonya.

"Sekarang harga di petani Rp 6000 perkilo sudah bagus," jelasnya.

Baca Juga: Debut Manis Alfredo Vera Bersama Perspura Jayapura Memakan Korban

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DInas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, 42 hektar lahan bawang merah di Tulungagung terimba banjir sesaat yang terjadi seminggu yang lalu.

"42 hektar itu di kecamatan Kalidawir dan Sumbergempol, yang kemarin terendam banjir karena tanggulnya jebol,"jelasnya.

Sejauh ini menurut Gatot, tidak ada laporan bawang merah yang sampai busuk karena banjir.***

Halaman:
1
2

Editor: CF Glorian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minyak Goreng Murah Tersedia di Operasi Pasar Kediri

Jumat, 14 Januari 2022 | 13:52 WIB
X