• Senin, 24 Januari 2022

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Pilih Panen Sebelum Waktunya

- Selasa, 23 November 2021 | 18:09 WIB
Ilustrasi: Para petani bawang merah di Tulungagung memilih untuk memanen tanamannya lebih awal akibat banjir. (Michael Burrows dari Pexels)
Ilustrasi: Para petani bawang merah di Tulungagung memilih untuk memanen tanamannya lebih awal akibat banjir. (Michael Burrows dari Pexels)

Baca Juga: Ini Titik Rawan di Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Tulungagung

Endro mengaku, banjir ini membuat dirinya hanya bisa memetik 25% saja hasil panen yang pantas dijual, sedangkan sisanya dalam kondisi yang tak layak jual.

"Paling tinggal sepermpat saja mas," keluhnya.

Tidak hanya kuantitas panennya saja yang menurun harga jual bawang merah juga turun, jika normalnya petani bisa menjual bawang merah kepada pedagang diatas Rp 12 ribu perkilogramnya, kini tinggal Rp 6 ribu perkilonya.

"Sekarang harga di petani Rp 6000 perkilo sudah bagus," jelasnya.

Baca Juga: Debut Manis Alfredo Vera Bersama Perspura Jayapura Memakan Korban

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DInas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu mengatakan, 42 hektar lahan bawang merah di Tulungagung terimba banjir sesaat yang terjadi seminggu yang lalu.

"42 hektar itu di kecamatan Kalidawir dan Sumbergempol, yang kemarin terendam banjir karena tanggulnya jebol,"jelasnya.

Sejauh ini menurut Gatot, tidak ada laporan bawang merah yang sampai busuk karena banjir.***

Halaman:

Editor: CF Glorian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X