• Minggu, 5 Desember 2021

Khawatir Diterjang Tsunami Wisata Pantai di Blitar Sepi Pengunjung

- Rabu, 9 Juni 2021 | 15:11 WIB
Khawatir Diterjang Tsunami Wisata Pantai di Blitar Sepi Pengunjung
Khawatir Diterjang Tsunami Wisata Pantai di Blitar Sepi Pengunjung

AGTVnews.com - Munculnya kajian potensi gempa dan tsunami dari BMKG menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Dari kajian tersebut diperkirakan akan terjadi gempa dengan magnitudo 8,6. Dari gempa ini akan memicu terjadinya tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 18 meter. Kondisi ini beimbas pada jumlah wisatawan di objek wisata pantai di Kabupaten Blitar. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Blitar, Arinal Huda mengatakan jumlah pengunjung mengalami penurunan hingga 50 persen.

| simak video berita terkait:

Hal ini terjadi di seluruh objek wisata pantai di Blitar selatan. Diantaranya Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates, pantai Tambak di Kecamatan Wonotirto, pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo dan objek wisata pantai lainnya di Blitar selatan. "Informasi soal gempa dan tsunami masih belum diketahui apakah benar-benar terjadi atau tidak karena ini masih potensi. Hanya saja saat ini mungkin wisatawan lebih berfikir untuk waspada dengan keselamatan diri masing-masing. Sehingga memilih untuk tidak berwisata ke pantai," ujar Huda. Huda menambahkan, selama pandemi Covid-19 masih banyak objek wisata di Kabupaten Blitar yang belum beroperasi setiap hari. "Selain informasi potensi tsunami, kondisi pandemi Covid-19 juga mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Banyak beberapa tempat wisata yang dulunya ramai, sekarang hanya buka di akhir pekan saja," jelasnya. Sepinya wisatawan ini berimbas pada omzet pedagang kuliner laut. Pendapatan mereka kini menurun karena tak ada pengunjung. Salah satu pedagang ikan di Pantau Tambak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Matrin, mengaku pasca ditutup total karena pandemi Covid-19, wisatawan sudah mulai kembali berkunjung. Namun kini kembali sepi karena informasi potensi gempa dan tsunami. "Setelah ditutup total karena Corona sebenarnya sudah mulai ramai lagi. Namun sekarang sepi karena kabar mau ada tsunami," ujar Matrin. (*)
Reporter : Ana Alana
 Editor : Linda Kusuma 

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X