• Selasa, 5 Juli 2022

Indonesia Pertegas Komitmen Serius Untuk Kawal Isu Sampah Plastik, Siapkan Langkah Strategis

- Rabu, 23 Februari 2022 | 19:24 WIB
Ilustrasi Sampah (Foto: Emmet dari Pexels.com)
Ilustrasi Sampah (Foto: Emmet dari Pexels.com)

AGTVNews.com - Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan. Baik pencemaran tanah maupun laut.

Sifat sampah plastik yang tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mengawal isu terkait sampah plastik dengan menyelenggarakan Indonesia Country Dialogue: Global Treaty on Plastic Pollution.

Baca Juga: Babak Pertama : Persik Kediri Unggul 1-0 Atas Persiraja Banda Aceh

Seperti dilansir Antara hari ini, acara yang digelar pada Selasa (22/2) itu merupakan kerja sama antara Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) dengan National Plastic Action Partnership (NPAP), dan Ocean Plastics Leadership Network (OPLN), menjelang kegiatan Global Plastic Treaty yang akan dibahas pada United Nations Environmental Assembly (UNEA) 5.2 mendatang.

Baca Juga: Kembali Diterpa Isu Keretakan Rumah Tangga, Olla Ramlan Mengaku Saat Ini Sedang Introspeksi

"Country Dialogue ini bertujuan untuk membangun kapasitas pemangku kepentingan dalam negeri mengenai pengadopsian perjanjian plastik global nanti di UNEA 5.2. Ini menjadi momentum penting bagi kita semua mengingat betapa seriusnya negeri ini dalam mengawal isu sampah plastik," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Nani menjelaskan Country Dialogue mendiskusikan berbagai hal yang patut diketahui mengenai Global Plastic Treaty, termasuk peluang, manfaat, konsekuensi serta tanggung jawab bagi seluruh pihak yang akan meratifikasikannya, serta langkah strategis selanjutnya yang perlu ditempuh oleh Indonesia.

Acara dialog dirancang secara virtual dengan mode breakout room, di mana peserta pada awal sesi mendengarkan pembukaan, presentasi umum, survei terkait pengadopsian
perjanjian global sampah plastik, video para ahli, dan diakhiri dengan sesi breakout yang terdiri dari empat kerangka isu yaitu Keuangan, Perkembangan Pasar dan Inovasi, Monitoring dan Pengukuran Dampak, serta Inklusi Sosial dan Gender.

Halaman:

Editor: Eva Rohilah

Sumber: Petualangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Kediri Lantik Pejabat Baru Diskominfo

Senin, 22 November 2021 | 09:08 WIB

Kota Kediri Ajak 'Batman' Untuk Bantu Warga Isoman

Selasa, 13 Juli 2021 | 18:09 WIB
X