• Senin, 24 Januari 2022

Erupsi Gunung Semeru Mereda, PVMBG Ingatkan Potensi Bahaya Susulan

- Minggu, 5 Desember 2021 | 16:19 WIB
Foto udara dampak letusan Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, Jatim. (pic. kominfo lumajang)
Foto udara dampak letusan Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, Jatim. (pic. kominfo lumajang)

AGTVnews.com - Pasca Erupsi Gunung Semeru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengingatkan masih ada potensi lain yang muncul.

Kepala PVMBG, Andiani mengatakan, pasca erupsi masih akan ada potensi ancaman lain berupa lontaran batuan pijar. Lontaran batuan pijar ini bisa terjadi di sekitar puncak.

Tidak hanya itu, potensi lain yang muncul adalah material lontaran abu yang bisa tersebar berdasarkan arah dan kecepatan angin.

Baca Juga: Prediksi Arema FC vs Bali United, Duel Adu Gengsi Tim Papan Atas

"Potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah atau ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak," ujarnya seperti dikutip dari PMJ, Minggu 5 November 2021.

Andiani menambahkan, potensi lahar masih akan muncul jika hujan kembali turun. Lahar ini terjadi di sepanjang aliran sungai dengan hulu di daerah puncak.

Dari pengamatan visual PVMBG, hingga saat ini masih terjadi aktivitas guguran lava dan awan panas guguran. Kondisi ini terjadi akibat ketidakstabilan endapan lidah lava.

Baca Juga: Viral di Medsos, Polda Jatim Jatim Gerak Cepat Bongkar Kematian Mahasiswi di Mojokerto

Trend aktivitas Gunung Semeru pada 1 hingga 4 Desember 2021 adanya aktivitas permukaan atau erupsi sekunder.

"Sedangkan dari kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikkan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma/batuan segar ke permukaan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Yusuf RH Saputro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang Sampai Akhir Januari

Senin, 17 Januari 2022 | 18:08 WIB
X