• Minggu, 24 Oktober 2021

Kasus Rudapaksa Tiga Anak di Luwu Timur, Kompolnas Sarankan Ini Untuk Polri

- Senin, 11 Oktober 2021 | 20:23 WIB
Ilustrasi : Kasus pemerkosaan terhadap anak yang dihentikan oleh polisi di Luwu Timur mengundang perhatian publik. (Ilustrasi dari Pixabay)
Ilustrasi : Kasus pemerkosaan terhadap anak yang dihentikan oleh polisi di Luwu Timur mengundang perhatian publik. (Ilustrasi dari Pixabay)

AGTVnews.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyarankan Polri terkait pencarian bukti terhadap dugaan kasus rudapaksa tiga anak di Luwu Timur, Sulsel.

Untuk itu, Kompolnas menyarankan Polri untuk menggunakan bantuan Scientific Crime Investigation (SCI).

"Dalam melihat kasus Luwu Timur ini, memang penting bagi penyidik untuk memgedepankan asas praduga tak bersalah dan mencari alat bukti dengan scientific crime investigation (SCI)," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dikutip Senin, 11 Oktober 2021.

SCI, kata Poengky, merupakan sebuah metode pendeatan penyelidikan dengan mengedepankan berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga: Suami Diduga Bunuh Istri di Blitar Belum Jadi Tersangka, Polisi Temui Kendala

Dengan bantuan SCI, lanjutnya, sejumlah kasus yang sama pernah terungkap. Dia mencontohkan peristiwa rudapaksa yang dilakukan di Semarang.

Pada kejadian yang terjadi di tahun 2019 tersebut, Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada ayah tiri yang merudapaksa anaknya.

Dengan menggunakan tes DNA, kasus yang sudah terjadi cukup lama itu berhasil terungkap berkat bantuan SCI.

Terpisah, Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, kasus rudapaksa di Luwu Timur telah menerapkan cara ilmiah.

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Blitar Dinilai Sukses Lakukan Uji Coba New Normal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:01 WIB
X