• Minggu, 24 Oktober 2021

Polri Bantah Kasus Rudapaksa Tiga Bocah di Luwu Timur Berhenti Karena Terduga Pelaku Oknum ASN

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:49 WIB
Ilustrasi : Kasus pemerkosaan terhadap anak yang dihentikan oleh polisi di Luwu Timur mengundang perhatian publik. (Ilustrasi dari Pixabay)
Ilustrasi : Kasus pemerkosaan terhadap anak yang dihentikan oleh polisi di Luwu Timur mengundang perhatian publik. (Ilustrasi dari Pixabay)

AGTVNews.com - Mabes Polri membantah penanganan kasus rudapaksa tiga anak di Luwu Timur, Sulsel dihentikan karena terduga pelaku merupakan oknum ASN.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menegaskan, penyidik menghentikan kasus itu berdasarkan prosedur yang berlaku.

Penyidik, kata Rusdi, bekerja secara independen. Ditegaskannya, penyelesaian perkara tersebut tidak memandang latar belakang mereka yang ditangani.

"Siapapun dia, penyidik independen di situ," ujar Rusdi dikutip Minggu, 10 Oktober 2021.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Pedas di Blitar, Wajib Coba

Sebagai informasi, penyidik Polres Luwu Timur, Sulawesi Selatan mengeluarkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) terhadap kasus rudapaksa dengan korban tiga anak.

Perkara itu dihentikan setelah penyidik kurang menemukan bukti yang kuat untuk melanjutkan kasus tersebut. Kabar ini lantas viral dan mengundang kemarahan publik.

Melalui tagar #percumalaporpolisi, publik menunjukan kekesalannya karena dengan begitu, pelaku lolos dari jerat hukum.

Informasinya, terduga pelaku adalah ayahnya sendiri yang berstatus sebagai ASN di Luwu Timur.

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Blitar Dinilai Sukses Lakukan Uji Coba New Normal

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:01 WIB
X