• Sabtu, 27 November 2021

Sidang Pengadilan Jakarta Memutuskan Jokowi dan Anies Baswedan Melawan Hukum, Ini Vonisnya

- Kamis, 16 September 2021 | 18:25 WIB
Ilustrasi : Presiden Jokowi, sejumlah menteri hingga Anies Baswedan dinyatakan terbukti melawan hukum yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yakni polusi udara. Putusan itu bdibacakan melalui sidang yang dilakuka di PN Jakarta Pusat. (jplenio dari Pixabay)
Ilustrasi : Presiden Jokowi, sejumlah menteri hingga Anies Baswedan dinyatakan terbukti melawan hukum yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yakni polusi udara. Putusan itu bdibacakan melalui sidang yang dilakuka di PN Jakarta Pusat. (jplenio dari Pixabay)

AGTVNews.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berserta sejumlah menteri hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinyatakan terbukti melawan hukum menyebabkan polusi udara.

Putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui gugatan yang dilakukan 30 masyarakat.

Para penggugat meminta hakim menyatakan bersalah karena dianggap lalai dalam pemenuhan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Gugatan tersebut telah diajukan oleh 30 orang warga, yaitu Melanie Soebono, Elisa Sutanudjaja, Tubagus Soleh Ahmadi, Nur Hidayati, Adhito Harinugroho, Asfinawati, dan 24 orang lainnya dengan diwakili oleh penasihat hukum Arif Maulana pada 4 Juli 2019 lalu.

Adapun isi putusan itu yakni mengadili, juga mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebagian. Menyatakan tergugat I, tergugat II, tergugat III, tergugat IV, dan tergugat V telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Wilayah Jawa Timur Masuk Zona Kuning, Hanya Tersisa 1 Oranye di Kota Ini

Kemudian dari kelima pihak tergugat adalah tergugat I Presiden RI Joko Widodo, tergugat II Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, tergugat III Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tergugat IV Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan tergugat V Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Atas hal itu, para tergugat dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan ketentuan dari segala peraturan perundang-undangan terkait.

“Menghukum tergugat I (Presiden Joko Widodo) untuk menetapkan baku mutu udara ambien nasional yang cukup untuk melindungi kesehatan manusia, lingkungan dan ekosistem, termasuk kesehatan populasi yang sensitif berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata hakim Saifuddin.

Dia juga menjelaskan, baku mutu udara ambien merupakan kadar zat, energi, dan/atau komponen lain yang ada di udara bebas.

Baca Juga: 1 Pemain Asing Persik Kediri Tidak Diturunkan Hadapi Persikabo

“Menghukum tergugat II (Menteri LHK Siti Nurbaya) untuk melakukan supervisi terhadap Gubernur DKI, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat, dalam melakukan inventarisasi emisi lintas batas Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat,” ujar hakim Saifuddin mwngutip Antara.

Tak hanya itu, selanjutnya terhadap Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap kinerja tergugat V (Gubernur DKI Jakarta) dalam pengendalian pencemaran udara.

“Menghukum tergugat IV (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin) untuk melakukan penghitungan penurunan dampak kesehatan akibat pencemaran udara di Provinsi DKI Jakarta yang perlu dicapai sebagai dasar pertimbangan tergugat V (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) dalam penyusunan strategi dan pengendalian pencemaran udara,” kata hakim Saifuddin.

Dikutip AGTV News dari Pikiran-Rakyat.com berjudul Jokowi dan Anies Baswedan Terbukti Melawan Hukum, Kasus Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan, adapun terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dihukum untuk melakukan 4 hal, yaitu:

Baca Juga: 6 Pengedar Narkoba Jaringan Antar Kota Diamankan Polres Blitar

A. Melakukan pengawasan setiap orang terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang pengendalian pencemaran udara dan atau ketentuan dokumen lingkungan hidup, yaitu:

1. Melakukan uji emisi berkala terhadap kendaraan depo lama.
2. Melaporkan evaluasi penataan ambang batas emisi gas buang dalam kendaraan bermotor lama.
3. Menyusun rekapitulasi sumber pencemar tidak bergerak yang kegiatan usahanya mengeluarkan emisi dan memiliki izin lingkungan dan pembuangan emisi dari Gubernur DKI Jakarta.
4. Mengawasi ketaatan standar dan atau spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan.
5. Mengawasi ketaatan larangan pembakaran sampah di ruang terbuka yang mengakibatkan pencemaran udara.

B. Menjatuhkan sanksi pada setiap orang yang melakukan pelanggaran perundangan di bidang pencemaran udara dan atau ketentuan dokumen lingkungan hidup, termasuk bagi:

Pengendara kendaraan bermotor yang tidak di baku mutu emisi sumber bergerak depo lama.
Usaha dan atau kegiatan yang tidak memenuhi baku emisi sumber tidak bergerak bagi usaha dan atau suatu kegiatannya.

Baca Juga: Bioskop CGV di Kota Ini Sudah Buka, Cek Syarat Menonton

C. Menyebarkan evaluasi pengawasan dan penjatuhan sanksi berkaitan pengendalian pencemaran udara kepada masyarakat.

D. Menetapkan baku mutu udara ambien daerah untuk Provinsi DKI Jakarta yang cukup untuk melindungi kesehatan manusia, lingkungan dan ekosistem termasuk kesehatan populasi berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Menghukum tergugat V untuk melakukan inventarisasi terhadap mutu udara potensi sumber pencemaran udara, kondisi meteorologis dan geografis serta tata guna tanah dalam mempertimbangkan penyebaran emisi sumber pencemaran yang melibatkan populasi,” ujar hakim Saifuddin.

Selanjutnya, Anies Baswedan juga diminta untuk menetapkan status mutu udara ambien daerah tiap tahun dan mengumumkan ke masyarakat serta menyusun dan mengimplementasikan strategi rencana aksi pengendalian pencemaran udara.

Baca Juga: Borneo FC Tunjuk Ahmad Amiruddin Gantikan Mario Gomes

Yakni, dengan mempertimbangkan penyebaran emisi sumber pencemaran secara terfokus tepat sasaran dan melibatkan organisasi publik.

“Menolak gugatan penggugat untuk sebagian dan selebihnya. Menghukum para tergugat untuk membayar perkara sejumlah Rp4,255 juta,” kata hakim Saifuddin.

Demikian, putusan tersebut diputuskan oleh majelis hakim yang terdiri dari Saifudin Zuhri, Duta Baskara, dan Tuty Haryati.***
(Nurul Khadijah/Pikiran Rakyat)

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Konstruksi Jembatan Gantung Kaca Bromo, Dijamin Aman

Selasa, 23 November 2021 | 11:03 WIB

Gerhana Bulan di Indonesia Hari Ini yang Terlama

Jumat, 19 November 2021 | 17:27 WIB

Pemerintah Beri Edukasi Bijak Bermedsos Melalui Musik

Selasa, 16 November 2021 | 16:41 WIB

Jokowi Keluhkan 17 Tikungan Tajam di Sirkuit Mandalika

Jumat, 12 November 2021 | 18:01 WIB
X