• Sabtu, 18 September 2021

Megawati Soekarnoputri Diisukan Meninggal Dunia, Polisi Gerak Cepat

- Selasa, 14 September 2021 | 18:17 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat memberikan keterangan kepada awak media. (PMJ News / Yenni)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat memberikan keterangan kepada awak media. (PMJ News / Yenni)

AGTVNews.com - Penyidik Polda Metro Jaya sedang mendalami laporan terkait penyebaran kabar bohong tentang meninggalnya Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Penyebar berita bohong ini dilaporkan oleh anggota DPR RI Henry Yosodiningrat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, upaya penangkapan penyebar berita bohong ini dimulai dengan memeriksa pelapor.

Baca Juga: Peternak Ayam di Blitar Geruduk BNI Minta Diskon Angsuran

"Laporan sudah terima di Krimsus Polda Metro Jaya nanti kami akan teliti untuk kami rencanakan undang klarifikasi pelapor dengan bawa bukti-bukti yang ada," kata dia, Selasa, 14 September 2021.

Ada dua akun yang dilaporkan oleh Henry ke polisi. Dua akun beda platform tersebut diduga telah menyebarkan kabar bohong meninggalnya Megawati.

Dua akun beda platform yang dilaporkan oleh Henry yakni Kanal YouTube Mahakarya Cendana dan akun TikTok Jatim070881.

Baca Juga: 4 Tips Pakan Ikan Koi Agar Warna Lebih Jreng, Ini Reviewnya

Dalam laporannya, akun Tiktok Jatim0700881 tersebut mengunggah sebuah video lama yang diubat sedemikian rupa.

Video itu diubah menjadi seolah-olah Megawati telah meninggal dunia.

Dua akun tersebut telah dilaporkan dan tercatat dalam Tanda Bukti Laporan bernomor LP/B/4518/IX/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 13 September 2021.

Dalam waktu dekat, Henry Yosodiningrat akan dipanggil polisi untuk dimintai keterangan terkait laporan tersebut.

Baca Juga: PSBI Blitar Akan Lakukan Banyak Uji Coba Sebelum Liga 3 Bergulir

"Secepatnya kami akan laksanakan karena baru kemarin sakit," ujar Yusri sebagaimana dikutip AGTV NEws dari PMJ News.

Pada laporan itu, ada sejumlah pasal yang disangkakan kepada pemilik dua akun diduga penyebar kabar bohong meninggalnya Megawati Soekarputri.

Yakni Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tetang ITE serta Pasal 14 atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tetang Peraturan Hukum Pidana.***

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X