• Jumat, 27 Mei 2022

Jokowi Minta Menkes Turunkan Biaya Tes PCR, IDI Minta Ini

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 21:11 WIB
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Jokowi menurunkan harga obat dan alkes. Permintaan ini merespon perintah Jokowi ke Menkes Budi untuk menurunkan harga tes PCR. (Foto : Instagram @jokowi)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Jokowi menurunkan harga obat dan alkes. Permintaan ini merespon perintah Jokowi ke Menkes Budi untuk menurunkan harga tes PCR. (Foto : Instagram @jokowi)

AGTVNews.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanggapi perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Seperti diketahui, Jokowi meminta Menkes Budi menurunkan harga tes PCR. Kisaran harga yang diminta antara Rp450.000, maksimal RP550.000.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Dokter Slamet Budiarto juga meminta Jokowi menurunkan harga alat kesehatan (alkes) dan obat.

Menurutnya, harga obat dan alkes di Indonesia sama mahalnya bila dibandingkan dengan yang ada di luar negeri.

Baca Juga: Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Juga Lebih Cepat Keluar Hasilnya, Segini Kisarannya

Dikutip AGTV News dari Pikiran Rakyat berjudul Jokowi Hanya Turunkan Harga PCR, IDI: Obat dan Alkes Bagaimana?, obat dan alkes mahal karena pajak.

"Kenapa hanya harga PCR? Semuanya dong, obat dan alkes. Harga PCR, Obat dan alkes itu Indonesia lebih mahal dari luar negeri karena kita dikenai pajak," kata Slamet Budiarto dikutp Minggu, 15 Agustus 2021.

IDI, kata dia, sebelumnya pernah berkirim surat ke Jokowi agar obat dan alat kesehatan di laboratorium itu tidak dikenai pajak.

Pasalnya itu diperuntukkan untuk orang sakit. Namun nyatanya obat dan alkes tetap dikenai pajak sehingga harganya lebih tinggi.

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X