• Jumat, 21 Januari 2022

Virus Marburg Jadi Ancaman Baru Kesehatan Global, Kenali Bahayanya

- Jumat, 13 Agustus 2021 | 06:20 WIB
Kelelawar buah merupakan inang virus Marburg. Penyakit ini bisa menular dari hewan ke manusia. (pixabay.com)
Kelelawar buah merupakan inang virus Marburg. Penyakit ini bisa menular dari hewan ke manusia. (pixabay.com)

AGTVnews.com - Virus Marburg menjadi ancaman baru kesehatan global. Virus ini sangat mudah menular dari manusia ke manusia dengan cara yang mirip seperti Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, terdapat wabah virus Marburg di Guinea Afrika Barat. Virus ini telah menginfeksi 155 orang berawal dari satu warga yang terinfeksi.

Karena potensi penularan dari manusia ke manusia yang sangat tinggi, WHO memperingatkan virus Marburg bisa menjadi ancaman baru kesehatan global. Belum ada obat yang terbukti bisa menetralisir virus ini di manusia.

Apa itu Virus Marburg?

Virus Marburg merupakan spesies virus yang berada pada famili Filoviridae yang menyebabkan penyakit Marburg pada manusia. Serangan penyakit ini ditandai dengan gejala demam berdarah mirip penyakit Ebola.

Mengutip dari laman WHO, virus ini memiliki tingkat kematian hingga 88 persen bila menyerang manusia. Rata-rata kematian yang terjadi adalah 50 persen. Artinya, 1 dari 2 pasien berpeluang meninggal dunia bila terpapar.

Inang dari virus ini adalah kelelawar buah. Namun kasus pertama kali justru ditemukan pada monyet berbulu hijau.

Virus Marburg dapat menular dari hewan ke hewan, hewan ke manusia dan manusia ke manusia. Penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung (melalui kulit yang rusak atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Virus juga dapat ngendon di permukaan dan bahan (misalnya tempat tidur, pakaian) yang terkontaminasi dengan cairan ini.

Sejarah Virus Marburg

Penyakit virus Marburg awalnya terdeteksi pada tahun 1967 setelah wabah simultan di Marburg dan Frankfurt di Jerman dan di Beograd Serbia.

Wabah ini terkait dengan pekerjaan laboratorium menggunakan monyet hijau Afrika yang diimpor dari Uganda.

Mengutip laman Wikipedia, teknisi laboratorium sedang menyiapkan biakan sel dari kera hijau untuk produksi vaksin polio manusia.

Kera hijau yang menjadi obyek penelitian ternyata menunjukkan gejala demam berdarah, kemudian mati. Selang beberapa hari, sebanyak 25 orang yang bekerja di laboratorium tersebut menderita sakit dengan gejala demam berdarah.

Dalam tempo hampir bersamaan, di Belgrado, Yugoslavia, terjadi penyakit yang sama pada 6 orang yang bekerja di laboratorium serupa. Tujuh dari 31 orang (di Jerman dan Yugoslavia) yang terserang demam berdarah Marburg akhirnya meninggal dunia.

Setelah kasus tersebut, banyak ditemukan kasus serangan virus Marburg di Afrika. Sebanyak 56 orang dilaporkan meninggal dunia dari total 76 penderita.

Pada tahun 2008, dua kasus dilaporkan pada pelancong yang mengunjungi gua yang dihuni oleh koloni kelelawar buah di Uganda.

Gejala Penyakit Virus Marburg

Penyakit yang disebabkan oleh virus Marburg dimulai secara tiba-tiba dengan demam tinggi, sakit kepala parah dan malaise/perasaan lelah yang berlebih.

Selain itu juga muncul nyeri otot, diare berair yang parah, sakit perut dan kram, mual dan muntah dapat dimulai pada hari ketiga. Diare bisa bertahan selama seminggu.

Kemunculan pasien pada fase ini digambarkan “seperti hantu”: mata cekung, wajah tanpa ekspresi, dan kelesuan yang ekstrem. Ruam yang tidak gatal adalah ciri yang dicatat pada kebanyakan pasien setelah timbulnya gejala.

Masa inkubasi serangan virus Marburg (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) bervariasi dari 2 hingga 21 hari.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Yusuf RH Saputro

Tags

Terkini

Kandungan Madu dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Jumat, 21 Januari 2022 | 06:23 WIB

Lakukan Cara ini Agar Diet Anda Tidak Gagal

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:56 WIB

Apakah Bahaya Jika Ibu Hamil Cacingan?

Senin, 17 Januari 2022 | 12:15 WIB

Apa Dampak Minum Sambil Berdiri?

Senin, 17 Januari 2022 | 10:37 WIB

8 Manfaat Jalan Kaki

Minggu, 16 Januari 2022 | 05:05 WIB

Manfaat Buah Bengkoang untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 13 Januari 2022 | 18:00 WIB
X