• Minggu, 5 Desember 2021

Dampak Kurang Tidur Ternyata Butuh Waktu Lama Untuk Sembuh

- Minggu, 12 September 2021 | 15:01 WIB
Seorang pemuda bernama Randy Gardner berhasil memecahkan rekor dunia tidak tidur selama 11 hari. Setelah rekor itu terpecahkan ada beberapa hal yang terjadi. (Ilustrasi : Pixabay)
Seorang pemuda bernama Randy Gardner berhasil memecahkan rekor dunia tidak tidur selama 11 hari. Setelah rekor itu terpecahkan ada beberapa hal yang terjadi. (Ilustrasi : Pixabay)

AGTVNews.com - Kurang tidur biasanya memberikan dampak yang kurang baik bagi tubuh. Bila jam tidur tidak maksimal bisa menyebabkan tubuh tak nyaman.

Sebuah penelitian di Universitas Jagellonian, Polandia belakangan meneliti dampak kurang tidur bagi tubuh orang dewasa.

Hasilnya dampak yang timbul akibat kurang tidur membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.

Asisten profesor kedokteran klinis dan neurologi klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Indiana dr Stephanie M. Stahl memaparkan hasil studi tersebut.

Baca Juga: Hujan 15 Gol, Laga Pekan Kedua BRI Liga 1 Penuh Kejutan

Menurutnya, kurang tidur menyebabkan persistensi gangguan. Gejala ini rupanya tak bisa disembuhkan dalam waktu seminggu.

Gejala ini dirasakan terutama bagi orang yang tidur hanya 1-2 jam daripada yang istirahat 7 jam lebih.

"Studi ini menambah banyak bukti bahwa kurang tidur memiliki efek merugikan pada fungsi siang hari kita," katanya sebagaimana dikutip AGTV News dari Medical News Today.

Beberapa orang kemudian mencoba untuk memborong kurang tidur dengan seharian istirahat di rumah saat akhir pekan. Rupanya anggapan ini salah besar.

Baca Juga: Gus Samsudin Blitar Temukan Tiga Benda Ini, Diyakini Tempat Tinggal Jin Penggangu

Sebaliknya, pada pekan selanjutnya, mereka yang kurang tidur akan mengalami beberapa persistensi gangguan seperti penurunan konsentrasi.

dr. Stahl menyebut kurang tidur kronis ini tak disadari oleh masyarakat. Persistensi gangguan yang umum bahkan bisa menimbulkan terjadinya kecelakaan.

Di sisi lain, kurang tidur berkepanjangan juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, kanker dan demensia yang memicu kepikunan.

Dari hasi studi yang telah dilakukan tersebut, peneliti menggunakan sensor tubuh untuk memantau aktivitas peserta studi.

Baca Juga: Bondet Meledak di Pasuruan, Dua Orang Ayah dan Anak Tewas

Penelitian dilanjutkan sejumlah tes kinerja subjektif dan obyektif pada mereka yang kurang tidur lalu balas dendam di akhir pekan.

Hasilnya itu hanya memulihkan kecepatan reaksi. Sedangkan perilaku alat gerak tubuh tidak menunjukan peningkatan.

Dengan kata lain, anggapan balas dendam di akhir pekan ketika seminggu kurang tidur dapat memilihkan kondisi tubuh hanyalah mitos.

Dalam email ke MNT , Dr. Prather mencatat bahwa penelitian ini menambah banyak bukti mengenai pentingnya tidur.

Baca Juga: Heboh, Akun Instagram John Lennon Unggah Tulisan Berbahasa Jawa

"Studi ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa mungkin ada biaya yang signifikan untuk kurang tidur berkepanjangan yang tidak mudah dipulihkan,". kata Dr. Aric Prather, Ph.D. , adalah profesor psikiatri di University of California, San Francisco.***

Halaman:

Editor: CF Glorian

Sumber: Medical News Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Manfaat Buah Markisa Dibalik Rasanya yang Sangat Asam

Senin, 29 November 2021 | 09:05 WIB

Cara Mempercepat Siklus Menstruasi yang Aman

Rabu, 10 November 2021 | 19:54 WIB

Resep Es Campur Sehat Ala Dokter Zaidul Akbar

Rabu, 10 November 2021 | 10:56 WIB

Cara Mudah Dan Murah Mengatasi Asam Lambung

Selasa, 2 November 2021 | 16:51 WIB

Vaksinasi Dosis 2, BIN Sasar Santri Ponpes Blitar

Senin, 1 November 2021 | 15:18 WIB
X