• Sabtu, 23 September 2023

Buntut Pertamax Naik, Anggota Komisi VII DPR RI Sebut Jangan Sampai Rakyat Antri Panjang Pertalite di SPBU

- Rabu, 6 April 2022 | 12:49 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Sebut Jangan Sampai Rakyat Antri Panjang Pertalite di  SPBU (Foto: Pixabay.com)
Anggota Komisi VII DPR RI Sebut Jangan Sampai Rakyat Antri Panjang Pertalite di SPBU (Foto: Pixabay.com)

 

AGTVNews.com - Seiring naiknya harga pertamax dengan kisaran kenaikan sebesar Rp3500 mengakibatkan banyak pengguna bahan bakar beralih ke bahan bakar jenis pertalite.

Bahkan hal tersebut juga menyebabkan antrian panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dibeberapa wilayah di Indonesia.

"Jangan sampai bahan bakar minyak (BBM)Bjenis pertalite ini menimbulkan antrian panjang di SPBU. Antrian tersebut tentu tidak kita inginkan karena akan menyusahkan masyarakat," kata Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, dikutip oleh AGTVNews.com dari Antaranews, Rabu,6 April Tahun 2022.

Baca Juga: Media China Sebut Amerika Serikat sebagai Penjahat Perang, Dalam Invasi Rusia dan Ukraina

Menurut Mulyanto status pertalite saat ini adalah bahan bakar minyak (BBM) dalam mengawasan karena merupakan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) pemerintah kepada pertamina.

Pertalite sendiri baru ditetapkan sebagai JBKP sejak 10 Maret Tahun 2022 berdasarkan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 37.K/Hk.02/MEM.M/2022 dan menetapkan kuota penyaluran untuk bahan bakar jenis pertalite Tahun 2022 sebesar 23,05 kiloliter

Menurut Mulyanto jadi, dengan ditetapkanya keputusan Menteri ESDM tersebut ada konsekuensi legal dan anggaran antara BBM umum dan BBM khusus dimana sangat berbeda dalam hal tataniaganya.

Baca Juga: Awal Mula Sebutan Klitih di Jogja Viral Hingga Ancam Nyawa Warga

BBM umum tataniaganya mengikuti mekanisme pasar sedangkan BBM khusus, seperti pertalite tataniaganya 100 persen dbawah kendali pemerintah secara penuh baik harga eceran, kuota maupun wilayah.

Mulyanto juga meminta kepada BPH Migas dan Pertamina untuk bekerjasama dengan kepolisian dalam pengendalian dan pengawasan distribusi pertalite.

Harapanya agar tidak terjadi penyimpanagan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab kemudian tidak tepat sasaran atau bahakan dimanfaatkan oleh mereka yang tidak berhak.

Baca Juga: Viral, demi Jemput Teman Wanitanya Pemuda Ini Memakai Kerudung, Netizen : Lhah Yanto Jadi Yanti

Hal ini karena sebelumnya Kementerian SDM mencatat realisasi pertalite hingga Februari tahun 2022 lalu sebesar 4,25 juta kiloliter. hal tersebut telah melebihi kuota (over kuota) hingga 18,5 persen terhadap kuota year to date (dalam periode tertentu).

Halaman:

Editor: Eva Rohilah

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X