• Selasa, 30 November 2021

Kenali Tahapan Cara Budidaya Ikan Cupang, Pemula Sebaiknya Pilih Salah Satu

- Minggu, 5 September 2021 | 06:00 WIB
Kolam pembenihan ikan cupang milik H Baidlowi di Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kediri. (Facebook/@ahmad baidlowi)
Kolam pembenihan ikan cupang milik H Baidlowi di Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kediri. (Facebook/@ahmad baidlowi)

AGTVnews.com - Budidaya ikan cupang bisa menjadi pilihan untuk mendatangkan income. Dalam skala kecil, budidaya ikan cupang bisa memberi tambahan penghasilan.

Budidaya ikan cupang juga bisa dijadikan mata pencaharian bila ingin serius menekuni. Dalam jumlah produksi tertentu, dari budidaya ikan cupang cukup untuk menghidupi keluarga.

Meskipun belakangan tren penjualan ikan cupang sudah menurun, namun seiring waktu permintaan akan kembali lancar dengan harga normal.

Cara budidaya ikan cupang umumnya dibagi 3 tahapan atau segmen. Masing-masing segmen dilakukan oleh orang yang berbeda. Namun bisa juga dilakukan seluruhnya bila ingin mendapat hasil yang lebih tinggi.

Budidaya Benih Ikan Cupang.

Budidaya ikan cupang segmen pertama adalah bagian memproduksi benih. Segmen pembenihan ikan cupang adalah bagian paling sulit diantara segmen lainnya.

Pembenih ikan cupang adalah sebutan peternak yang menjual ikan cupang berumur sekitar 1 bulan dari menetas. Benih dijual ke petani pembesaran saat sudah lancar makan cacing sutra.

Benih ikan cupang umur 1 bulan masih seukuran lidi. Sama sekali belum memiliki rumbai-rumbai. Warnanya pun didominasi coklat, hijau tosca atau bening sesuai jenisnya.

Diusia ini, belum bisa diketahui jenis dan warna apa ikan cupang tersebut. Hanya pembenih yang mengetahui riwayat indukan ikan tersebut.

Bagi pemula yang baru terjun di bisnis budidaya ikan cupang, sebaiknya tidak langsung menekuni segmen ini.

Budiaya Ikan Cupang Remaja.

Segmen kedua dari cara budidaya ikan cupang adalah membesarkan benih sampai remaja/lancuran.

Mulai dari tebar benih sampai menjadi ikan cupang remaja dibutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk ikan non mutasi. Sedangkan ikan yang bermutasi atau ikan warna butuh lebih lama.

Untuk menekuni segmen ini, maka wajib memiliki tempat yang dipakai untuk membesarkan benih ikan. Tempat pembesaran bisa berupa kolam tembok, terpal, sterefoam atau boks kulkas bekas.

Pada segmen ini, ikan cupang masih aman dipelihara secara koloni. Asal makanan tersedia cukup, ikan cupang belum menunjukkan sikap agresif.

Pada saat ikan sudah berumur 1 bulan, ikan bisa dipanen dan selanjutnya dipelihara dalam wadah soliter.

Budidaya Ikan Cupang Dewasa.

Segmen terakhir dari budidaya ikan cupang adalah pembesaran di soliter. Seperti diketahui, ikan cupang memiliki sifat agresif pada sesama. Bila tidak dipisah dalam soliter maka ikan akan bertarung membuat sirip rusak atau bahkan mati.

Media yang dipakai untuk soliter bisa bermacam-macam. Mulai plastik yang digantung, potongan botol air mineral atau toples kue.

Satu wadah berisi 1 ikan cupang. Dipelihara selama 1 bulan sampai ikan cupang berukuran M atau sekitar 3,5 cm. Pada ukuran tersebut ikan cupang sudah bisa dijual.

Itu tadi 3 segmen budidaya ikan cupang yang umumnya dilakukan di sentra ikan cupang Kediri Jawa Timur.

Bila masih mengawali terjun di bisnis ikan cupang, ada baiknya memilih salah satu dari segmen diatas. Sambil terus belajar untuk menguasai segmen lainnya.***

Halaman:

Editor: Yusuf RH Saputro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kelemahan Kelemahan Timnas U-18 di Mata Coach STY

Rabu, 24 November 2021 | 16:13 WIB
X